Jakarta, Khabarinvest – Harga emas didunia turun pada Selasa (25/8/2026) setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Pelemahan harga emas dipicu aksi ambil untung investor dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.624,87 per ons troi pada Selasa sore. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 14 Mei 2026.
Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,4% menjadi US$ 4.681,50 per ons troi.Analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan penurunan harga emas pada Selasa terutama dipengaruhi aksi ambil untung setelah reli harga dalam beberapa waktu terakhir.
“Pergerakan emas hari ini terutama disebabkan oleh aksi ambil untung, dengan dolar memulihkan sebagian kerugiannya pada pekan lalu,” ujar Hansen, dikutip dari Reuters.
Menurut Hansen, sejumlah faktor yang sebelumnya mendorong investor kembali memburu emas masih tetap ada dan berpotensi menopang harga emas dalam beberapa bulan mendatang.
Reli harga emas sebelumnya terjadi setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai operasi pembelian kembali surat utang dan obligasi berjangka panjang. Pengumuman tersebut turut mendorong dolar AS ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu.
Namun, pada Selasa, dolar AS kembali menguat di tengah meningkatnya kembali perdagangan yang didorong kekhawatiran terhadap penurunan nilai mata uang. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Penurunan juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,6% menjadi US$ 67,84 per ons troi. Harga platinum melemah 1,4% menjadi US$1.849,27 per ons troi. Sementara itu, harga paladium turun 1,8% menjadi US$ 1.332,75 per ons troi.
penulis imam







