Laporan Utama: IHSG Jeblok Tembus Level Psikologis 6.000 Akibat Tekanan Global dan Ketidakpastian Pasar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan awal pekan ini dan berlanjut hingga Selasa (13/10/2026). IHSG tercatat merosot tajam 2,59% ke level 5.936,15, yang merupakan titik terendah dalam lebih dari tiga bulan terakhir serta menjebol level psikologis penting 6.000.
Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi sentimen negatif domestik dan global:
- Tekanan Eksternal: Tingginya imbal hasil (yield) US Treasury di Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat selera risiko investor asing menurun drastis.
- Sentimen Indeks Global: Pasar masih mencermati antisipasi peninjauan kebijakan pembekuan (freeze) oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham asal Indonesia yang rencananya akan dievaluasi lebih lanjut pada November mendatang.
- Aksi Jual Saham Unggulan (Big Caps): Koreksi dipimpin oleh saham-saham kapitalisasi besar seperti DSSA, BREN, TPIA, GOTO, hingga BBCA yang mencatatkan penurunan signifikan.
Kendati demikian, di tengah tekanan pasar saham, fundamental makroekonomi domestik tetap menunjukkan daya tahan. Kementerian Keuangan mencatat bahwa spread obligasi pemerintah RI berhasil ditekan hingga level 188 basis poin (bps) per 7 Oktober 2026, mencerminkan kredibilitas dan kepercayaan investor global yang masih terjaga terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.














