Screenshot-2026-08-26-221622

Geser Peran Intelijen, Binda Jabar Siap Bentengi Investasi dan Lapangan Kerja

Brigien TNI Andri Gunawan
banner 120x600

BANDUNG,KHABARINVEST — Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Barat yang baru, Brigjen TNI Andri Gunawan, menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat sektor investasi serta berbagai proyek pembangunan strategis di Jawa Barat.

Langkah ini menandai pergeseran fokus intelijen daerah, di mana Binda Jabar tidak hanya menangani isu keamanan konvensional, tetapi juga aktif menciptakan kepastian iklim usaha guna melindungi lapangan kerja bagi jutaan warga Jawa Barat.

“Investasi di Jawa Barat perlu dikawal secara optimal demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berdampak langsung pada perekonomian nasional. Binda Jabar akan memperkuat fungsi deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi gangguan yang berisiko menghambat iklim investasi serta pembangunan,” ujar Brigjen TNI Andri Gunawan di Bandung.


Andri menjelaskan, pendekatan deteksi dini intelijen sangat krusial untuk memetakan dan mengantisipasi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari risiko dinamika sosial, sengketa lahan, isu ketenagakerjaan, hingga gangguan keamanan yang dapat mengganggu keberlangsungan industri global maupun proyek strategis daerah.

banner 325x300

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menyambut baik komitmen Binda Jabar. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kondusivitas wilayah merupakan faktor kunci utama yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modalnya.

“Di bawah kepemimpinan Kabinda sebelumnya, Brigjen TNI Raden Toto Oktaviana, Binda Jabar telah menjadi mitra strategis Pemprov Jabar dalam melakukan pencegahan dini atas potensi hambatan investasi. Kami berharap kolaborasi taktis ini semakin kuat di bawah komando Brigjen TNI Andri Gunawan,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, sinergi ini sangat krusial mengingat Jawa Barat saat ini tengah gencar menarik investasi di berbagai sektor masa depan, seperti industri manufaktur, ekonomi hijau, hilirisasi industri, sektor teknologi, hingga pengembangan area kawasan industri baru.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *