JAKARTA — Memasuki September 2026, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan berada dalam fase konsolidasi strategis dengan kecenderungan penguatan (technical rebound) di kisaran level 6.400 hingga 6.705. Meski pasar saham global dibayangi volatilitas agenda bank sentral utama—seperti pengumuman European Central Bank (ECB), inflasi US CPI, serta Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pertengahan bulan—sejumlah emiten berkapitalisasi besar (big cap) domestik justru menunjukkan daya tarik akumulasi yang sangat kuat.
Berdasarkan riset pasar modal dan proyeksi analis sekuritas, kombinasi valuasi yang sudah terdiskon (undervalued), dorongan sentimen dividen interim, serta tren penguatan harga komoditas menjadi pemicu utama potensi lonjakan harga saham-saham pilihan ini.
Deretan Saham Pilihan Utama (Top Picks) September 2026
Berikut adalah hasil riset komprehensif mengenai emiten lokal yang berpotensi memberikan imbal hasil (return) optimal bagi investor sepanjang September 2026:
1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Sektor Perbankan
- Sentimen Utama: Penahanan suku bunga BI Rate di level 5,75% memberikan angin segar bagi margin bunga bersih (Net Interest Margin) perbankan. BMRI juga menjadi salah satu emiten favorit investor institusi dengan daya tarik dividend yield historis hingga 11,5%.
- Analisis Teknikal & Valuasi: Penurunan harga saham di bulan Agustus menempatkan valuasi BMRI pada level Price to Book Value (PBV) yang sangat atraktif untuk strategi buy on dip.
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) – Sektor Pertambangan
- Sentimen Utama: ANTM mencatatkan kinerja impresif dengan laba bersih mencapai Rp6,91 triliun pada semester pertama 2026. Katalis pendorong utama bulan September berasal dari tren kenaikan harga emas dunia sebagai aset safe haven, serta percepatan hilirisasi dan pasokan nikel.
- Rekomendasi: Berpotensi melanjutkan rally penguatan menyusul tingginya akumulasi beli oleh investor asing.
3. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) – Sektor Consumer Goods
- Sentimen Utama: Sentimen aksi korporasi menjadi penggerak utama. CMRY dijadwalkan membagikan dividen interim senilai total Rp793,46 miliar.
- Tanggal Penting:Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 3 September 2026 dengan yield dividen interim sekitar 2,16%, sedangkan pembayaran dividen direalisasikan pada 18 September 2026. Aksi korporasi ini diperkirakan mendorong lonjakan volume transaksi pada pekan pertama September.
4. PT Alamtri Resources Tbk (ADRO) – Sektor Energi
- Sentimen Utama: Rebound harga batu bara global menjelang musim dingin serta percepatan restrukturisasi bisnis dan transisi energi hijau. ADRO konsisten mencatatkan arus kas (cash flow) yang solid dan rasio kewajiban yang terukur.
Rangkuman Fakta & Data Riset Pasar
| Kode Saham | Sektor | Katalis Utama September 2026 | Strategi Investasi |
| BMRI | Perbankan | Stabilitas BI Rate 5,75% & daya tarik dividen | Accumulate Buy |
| ANTM | Pertambangan | Laba Rp6,91 T & penguatan harga emas | Trading Buy |
| CMRY | Konsumer | Cum date dividen interim (3 Sept 2026) | Buy for Dividend / Swing |
| ADRO | Energi | Transisi hijau & stabilitas harga komoditas | Buy on Weakness |
Catatan & Imbauan Risiko bagi Investor
Analis mengingatkan investor untuk tetap cermat memperhatikan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta keputusan suku bunga The Fed pada 16–18 September 2026. Investor disarankan menerapkan strategi pembagian modal (dollar-cost averaging) dan selalu menyesuaikan posisi portofolio dengan toleransi risiko masing-masing.
Disclaimer: Artikel berita ini disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal, bukan merupakan paksaan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.




