TEMANGGUNG — Siapa sangka, kerajinan jaran kepang atau kuda lumping buatan perajin lokal di Temanggung, Jawa Tengah, kini menjadi buruan para kolektor hingga mancanegara. Kerajinan tradisional yang biasa digunakan dalam pertunjukan seni ini dibanderol dengan harga fantastis, mulai dari Rp 600 ribu hingga menyentuh angka Rp 6 juta per buah.
Sosok di balik kesuksesan ini adalah Supriwanto, perajin dari Sanggar Kandang Jaran. Bersama sang istri, ia memproduksi jaran kepang secara manual dengan mempertahankan detail, karakter khas, dan ketelitian tinggi. Tingkat kerumitan dan kerapian pengerjaan inilah yang membuat harga karyanya melambung tinggi.
Tak hanya diminati di dalam negeri, produk jaran kepang buatan Supriwanto kini resmi menembus pasar internasional sebagai suvenir seni bernilai tinggi. Langkah ini membuktikan bahwa seni budaya tradisional tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga mampu menjadi komoditas ekspor yang mendatangkan cuan berlimpah.














