Sinyal Bahaya Financial? Investor Asing Diam-diam Lepas Saham Big Banks Menjelang Rapat The Fed!

Pasar modal Indonesia kembali diselimuti kecemasan. Jelang pengumuman keputusan arah suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed)

JAKARTA, KHABARINVEST — Pasar modal Indonesia kembali diselimuti kecemasan. Jelang pengumuman keputusan arah suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), dana investor asing terpantau ramai-ramai hengkang dari bursa domestik. Aksi jual bersih (net foreign sell) beruntun menerjang saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks) yang selama ini menjadi tulang punggung Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pada perdagangan Selasa (15/9/2026), IHSG tertekan hingga merosot 1% ke level 6.461. Penurunan indeks ini dipicu oleh pelepasan modal mancanegara yang mencatatkan net sell hingga ratusan miliar rupiah di pasar saham.

Saham Perbankan Jadi Sasaran Utama

Data transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa tekanan jual asing paling berat terkonsentrasi di sektor keuangan. Saham raksasa seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) kompak menjadi sasaran net sell utama.

Langkah pelepasan aset oleh pemodal global ini disinyalir sebagai bentuk wait and see sekaligus mitigasi risiko menjelang rilis hasil rapat FOMC (Federal Open Market Committee) The Fed. Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS serta pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) membuat sebagian dana asing memilih beralih sementara ke aset yang dinilai lebih aman (safe haven).

Strategi Investor Lokal di Tengah Gejolak

Para analis menyarankan investor domestik untuk tetap tenang dan cermat dalam mencermati momentum koreksi ini. Meski terjadi arus keluar modal asing secara jangka pendek, fundamental industri perbankan nasional dinilai masih relatif kokoh.

Peluang akumulasi beli secara bertahap (buy on weakness) pada saham-saham perbankan yang terdiskon berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku pasar ketika sentimen global mulai mereda usai penetapan suku bunga The Fed nantinya.

Penulis Imam
Redaksi KhabarInvest



BACA JUGA > Mendukung Ekonomi Lokal, Koperasi Syariah Simpan Pinjam KHABAR Segera Hadir untuk UMKM Bekasi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *