JAKARTA,KHABARNET – Tren kendaraan listrik di Tanah Air kembali dihebohkan dengan kabar masuknya dana segar bernilai fantastis. PT Danantara Investment Management (Persero) atau DIM dilaporkan tengah menjajaki rencana menyuntikkan dana hingga Rp2 triliun kepada emiten kendaraan listrik milik Grup Bakrie, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Langkah mengejutkan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan awal (indicative non-binding term sheet) antara DIM, VKTR, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Dalam skema ini, VKTR disiapkan sebagai penerima suntikan dana, sementara BNBR bertindak sebagai penanggung.
BACA JUGA > Siap-Siap Cuan Jumbo! 4 Saham Lokal Ini Diproyeksi Melonjak Tajam di September 2026
Borong Armada dan Kembangkan Layanan MaaS
Suntikan modal jumbo tersebut rencananya akan dimaksimalkan oleh VKTR untuk memborong armada bus dan truk listrik berbasis baterai dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, dana segar ini juga dialokasikan untuk memperkuat model bisnis Mobility as a Service (MaaS).
Melalui MaaS, para pengusaha angkutan umum dan logistik tidak perlu lagi pusing memikirkan modal awal yang mahal. Mereka bisa menyewa armada kendaraan listrik lengkap dengan sistem pengoperasiannya secara terintegrasi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen nyata untuk mendongkrak transisi energi bersih dan menekan emisi di Indonesia. Senada dengan itu, Direktur Utama VKTR, Anindra Ardiansyah Bakrie, menyebut kolaborasi ini sebagai bahan bakar baru untuk membawa bisnis perusahaan melesat lebih jauh.
Nasib Kesepakatan Rp2 Triliun
Meski angka Rp2 triliun ini bikin heboh pasar, manajemen menekankan bahwa kesepakatan tersebut masih berada di tahap awal dan bersifat tidak mengikat (non-binding). Kepastian mengenai struktur final, nilai pasti, hingga skema opsi saham baru akan diumumkan secara resmi setelah dokumen definitif ditandatangani oleh seluruh pihak.
PENULIS IMAM
EDITOR IMAM
















